PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA DAERAH TERHADAP PEMBELAJARAN DI KELAS 8 SMP 9 KOTA LUBUKLINGGAU
DOI:
https://doi.org/10.55526/kastral.v6i1.951Keywords:
Bahasa daerah; pembelajaran di kelas; partisipasi siswa; budaya lokal.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahasa daerah dalam proses pembelajaran di kelas terhadap kualitas pembelajaran siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dan subjek penelitianya ialah siswa kelas 8 smp 9 kota lubuklinggau dengan mengombinasikan teknik kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran di kelas, serta penyebaran kuesioner kepada siswa dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap proses dan hasil belajar siswa. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan bahasa daerah cenderung lebih aktif berpartisipasi, lebih mudah memahami materi, serta menunjukkan peningkatan dalam penguasaan kosakata yang berkaitan dengan budaya lokal. Selain itu, penggunaan bahasa daerah juga berkontribusi dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa serta memperkuat keterlibatan emosional mereka dalam proses belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi bahasa daerah dalam pembelajaran di kelas merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam pengembangan materi ajar berbasis bahasa daerah serta pelatihan bagi guru agar implementasinya dapat berjalan secara optimal.
References
Alwasilah, A. C. (2011). Pokoknya kualitatif: Dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya.
Andriani, D., & Amalia, R. (n.d.). Pengaruh penggunaan bahasa daerah terhadap kemampuan berbahasa Indonesia peserta didik.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Gusnarib. (2019). Perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Koli, M., et al. (n.d.). Analisis peristiwa tutur dengan model SPEAKING dalam komunikasi.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. (2014). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: Rajawali Pers.
Maghfiroh. (2022). Sikap positif dalam penggunaan bahasa Indonesia pada interaksi sosial. Universitas Negeri Surabaya.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia.
Nua, M. (2022). Peran bahasa Melayu dalam perkembangan bahasa Indonesia.
Rahardi, K. (2001). Sosiolinguistik: Kode dan alih kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
RyanFatsena17. (2020). Pengaruh variasi bahasa daerah terhadap penggunaan bahasa Indonesia pada anak.
Saryono. (2010). Metodologi penelitian kualitatif dalam bidang kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Soeparno. (2017). Bahasa daerah dan identitas kultural masyarakat.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syahputra, E., et al. (2022). Dampak penggunaan bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Wahyudi, A., et al. (n.d.). Penggunaan bahasa daerah dalam proses pembelajaran di sekolah.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tiwi Setyo Putri, Gr. Mani, Ayu Wandira, Nina Herliyanti Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


