Pewarisan Kesenian Cengklungan Paguyuban Podho Rukun Temanggung

Authors

  • nisa rahma puspita Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55526/ljese.v1i1.53

Keywords:

Cengklungan, Pewarisan, Seni Pertunjukan

Abstract

Cengklungan merupakan alat musik tradisional yang berasal dari payung krudhuk, kowangan, atau tudhung yang berfungsi sebagai seperti mantel yang dipasang di kepala dan memiliki panjang sampai lutut. Cengklungan yang awalnya merupakan alat untuk berteduh, kemudian dalam perkembangannya bertransformasi menjadi alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian-tarian tradisional dalam kegiatan-kegiatan ritual maupun profan. Kesenian Cengklungan Paguyuban Podho Rukun merupakan satu-satunya paguyuban yang menampilkan seni pertunjukan Cengklungan di Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pewarisan kesenian Cengklungan di Paguyuban Podho Rukun Temanggung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan interdisiplin. Desain penelitian menggunakan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Dusun Krajan, Desa Geblog, Kecamatan Temanggung. Fokus penelitian artikel ini mengenai pola pewarisan kesenian Cengklungan. Sumber data primer bersumber dari seniman, akademisi, dan apresiator, sedangkan data sekunder bersumber dari foto, video, dan arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan kriteria kredibilitas. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pewarisan kesenian Cengklungan di Paguyuban Podho Rukun adalah pewarisan tegak (orang tua ke anak), pewarisan mendatar (antar teman sebaya), dan pewarisan miring (seniman kepada masyarakat). Ketiga pola pewarisan tersebut saling padu dan selaras, sehingga membentuk pola pewarisan yang bersinergi satu sama lain.

 

KataKunci: Cengklungan, Pewarisan, Seni Pertunjukan

References

Andri, M.R, Laura. 2016. “Seni Pertunjukan Tradisional Di Persimpangan Zaman: Studi Kasus Kesenian Menak Koncer Sumowono Semarang”. Humanika. Vol.23 (No.02), 25-31.
https://ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/view/13642

Akilasari, Yekti. 2015. “Faktor Keluarga, Sekolah, Dan Teman Sebaya Pendukung Kemampuan Sosial Anak Usia Dini”. Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 5 (2015)
http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/PAUD/article/download/10428/7085

Astuti, Sri R., “Musik Cengklung: Dari Tanah Lapang ke Panggung Hiburan”, Jurnal Jantra Vol. VII, No. 2 (Desember 2012):162-171.
(https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbyogyakarta/1079/)

Bahtiar Arbi & Richard Junior Kapoyos. (2019). “Bentuk Pertunjukan dan Fungsi Bundengan Wonosobo”. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, Vol. 2 No. 2, Hal. 11-26. (https://journal.stt-abdiel.ac.id/tonika/article/view/105)

Cahyono, Agus. 2006. Pola Pewarisan Nilai- Nilai Kesenian Tayub. Semarang: Jurnal Harmonia. (https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/harmonia/article/view/746)

Damayanti, Risca. 2016. "Masjid Jami' Piti Muhammad Cheng Hoo Purbalingga: Refleksi Akulturasi Budaya Pada Masyarakat Purbalingga”. Catharsis Vol. 5(2).
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/article/view/13141

Darmawan, Cecep., Alia, Mirna Nur., N Saraswati, Anindita. 2016. Perubahan Unsur-Unsur Seni Pertunjukan Rakyat Sisingaan Di Kabupaten Subang. Sosietas. 06 (01), 01-12
https://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/article/view/2866

Dumas. T.M., Wendy E. E., David A.W. 2012. “Identity development as a buffer of adolescent risk behaviors in the context of peer group pressure and control”. Journal of Adolescence 35, 917–927.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22265669/

Fitriyani, Annisa. Suryadi, H, Karim. Syam, Syaifullah. 2015. “Peran Keluarga Dalam Mengembangkan Nilai Budaya Sunda”.Sosietas Vol 5, No 2.
https://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/article/view/1521

Gea, Antonius Atosökhi. 2011. “Enkulturasi Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Pembentukan Perilaku Budaya Individu ” HUMANIORA Vol.2 No.1
https://media.neliti.com/media/publications/167210-ID-enculturation-pengaruh-lingkungan-sosial.pdf

Jazuli, M. 2011. Model Pewarisan Kompetensi Dalang. Harmonia: Journal Of Art Research and Education, XI(1), 68–82.
(https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/harmonia/article/view/2072)

Kurniawan, Yusuf. & Sudrajat, Ajat. 2015. “Peran Teman Sebaya Dalam Pembentukan Karakter Siswa Madrasah Tsanawiyah”. Socia Vol. 15 No. https://journal.uny.ac.id/index.php/sosia/article/view/17641

Lubis, May Sari dan Wadiyo. 2016. “Musik Gondang Batak Horas Rapolo Dalam Proses Penggunanya Untuk Berkesenian Pada Upacara Adat Pernikahan Batak Toba Di Kota Semarang”. Jurnal Catharsis, 26 (1), 5.
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/article/view/13113

Milbrandt, Melody K. 2010. “Understanding The Role Of Art In Social Movements And Transformation”. Jurnal JAFL, 124 (1): 124- 156. Florida: Florida University.
https://journals.flvc.org/jafl/article/view/84087

Mok, On Nei Annie. 2011. "Diasphoric Chinese Xianshi Musicians: Impact of Enculturation and Learning on Values relating to Music and Music-Making". International Journal of Education & the Arts.Vol. 12 No.1
https://www.academia.edu/search?utf8=%E2%9C%93&q=cultural+enculturation+in+music+tradtional

Mulanto, J., & Cahyono, A. (2015). Pewarisan bentuk, nilai, dan makna tari kretek. Jurnal Seni Tari, 3(2), 1–11. (https://lib.unnes.ac.id/22009/)

Pastena, N., D’anna, C., & Paloma, F. G. (2013). “Autopoiesis and Dance in the Teaching-learning Processes. Procedia - Social and Behavioral Sciences”. 106,538–542. https://www.researchgate.net/publication/329770720_Autopoiesis_creativity_and_dance/link/5c46f488a6fdccd6b5bf4d24/download

Priatna, Y. (2018). Melek Informasi Sebagai Kunci Keberhasilan Pelestarian Budaya Lokal. Publis, 01(02), 37–43.
http://journal.umpo.ac.id/index.php/PUBLIS/article/download/720/578

Purnama, Yuzar. (2015). Peranan Sanggar dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Betawi. Patanjala Vol. 7 No. 3.

Rohmah, Naili. 2016. “Bermain Dan Pemanfaatannya Dalam Perkembangan Anak Usia Dini”. Jurnal Tarbawi Vol. 13. No. 2.
https://ejournal.unisnu.ac.id/JPIT/article/download/590/880

Surahman, Sigit. 2013. “Dampak Globalisasi Media Terhadap Seni Dan Budaya Indonesia”. Lontar. 02 (1), 29-38.
https://ejurnal.lppmunsera.org/index.php/LONTAR/article/view/334

Tarmizi. (2016). Kepribadian Guru Dalam Dunia Pendidikan. Al-Irsyad Vol. 6, No. 1, Januari-Juni 2016.

Triyanto. (2015). Perkeramikan mayong lor jepara: hasil enkulturasi dalam keluarga komunitas perajin. Imajinasi: Jurnal Seni, IX(1), 1–12.
(https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi/article/view/8850)

Buku
Berry, John W. et.al. 1999. Psikologi Lintas Budaya : Riset dan Aplikasi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Darajat, Zakiyah. 2005. Kepribadian Guru, Jakarta: Bulan Bintang.

Ihromi, T.O. 1990. Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat, 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya.Mulyasa, E. 2008. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ozer, Simon. 2015. "Psychological Theories of Acculturation". International Encyclopedia of Intercultural Communication.
https://www.academia.edu/33551676/Psychological_Theories_of_Acculturation

Permana, Beny. 2018. “Musik Cengklungan : Bentuk dan Fungsi Penyajian Kesenian Cengklungan”.Tesis. Program Studi Pendidikan Seni S2. Universitas Negeri Semarang.

Rohidi, Tjetjep Rohendi. 2011. Metode Penelitian Seni. Semarang : Cipta PrimaNusantara Semarang.

Sumardjo, Yakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: Ganesa ITB.

Triyanto. (2015). Enkulturasi perkeramikan Pada Komunitas Perajin Desa Mayang Lor Jepara: Strategi Adaptasi Dalam Pemertahanan dan Pemberlanjutan Potensi Kreatif Kebudayaan Lokal. Disertasi. Universitas Negeri Semarang.

Wekke, Ismail Suardi. "Islam Dan Adat: Tinjauan Akulturasi Budaya Dan Agama Dalam Masyarakat Bugis". Analisis Vol. 13 No 1.
http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis/article/view/641/539

Narasumber
Didik Nuryanto. Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung.
Ugiyanti. Sekretaris Kecamatan Kaloran, Sekretaris dan Penari Paguyuban Podho Rukun.
Dalmin Wignyo Sumitro. Seniman, Ketua Paguyuban Podho Rukun. Geblog, Temanggung.
Warjono. Niyaga Paguyuban Podho Rukun. Geblog, Temanggung.
Sutami. Sindhen Paguyuban Podho Rukun. Geblog, Temanggung.

Downloads

Published

2021-05-31