KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 59 KOTA LUBUKLINGGAU

Authors

  • Eka Purwati Universitas PGRI Silampari

Keywords:

keterampilan berbicara, bahasa Indonesia, interaksi pembelajaran, kesalahan berbahasa

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa kelas V di SD Negeri 59 Kota Lubuklinggau. Di antara banyak sekolah di Kota Lubuklinggau, sekolah ini dipilih secara khusus sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa masih tergolong tinggi. Sebagian besar siswa masih menggunakan bahasa daerah atau bahasa sehari-hari nonformal saat berkomunikasi, baik di dalam kelas maupun ketika berinteraksi dengan guru dan teman sebaya. Dari 26 siswa yang diamati, tidak ada satu pun yang menunjukkan penggunaan bahasa Indonesia yang sepenuhnya benar dan baku; hampir semua masih mencampurkan bahasa daerah dengan bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa kelas V di SD Negeri 59 Kota Lubuklinggau serta menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang efektif dan fasih antarindividu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung dan wawancara terhadap dua siswa perwakilan—satu laki-laki dan satu perempuan—dari total 26 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh bahasa daerah Lubuklinggau. Pengaruh tersebut terlihat pada aspek kosakata, struktur kalimat, dan pelafalan yang belum sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui kegiatan pembelajaran komunikatif, pembiasaan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta keteladanan guru dalam penggunaan bahasa yang sesuai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia sering terjadi dalam interaksi belajar mengajar di kelas V SD Negeri 59 Kota Lubuklinggau.

References

Alwasilah, A. C. (2019). Pokoknya Bahasa Indonesia. Bandung: Kiblat

BukuUtama. hlm. 45.

Arifin, Z., & Tasai, S. (2018). Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan

Tinggi. Jakarta: Rajawali Pers.Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(3), 112–123. hlm. 118.

Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Bahasa. Chaer, A. (2012).

Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta. hlm. 70.

Kemendikbud. (2020). Pedoman Umum Pengembangan Pembelajaran hlm 23.

Kridalaksana, H. (2013). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama. hlm. 51.

Kemendikbud. (2020). Pedoman Umum Pengembangan Pembelajaran

Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Bahasa. hlm. 23.

Kesalahan Berbicara Siswa SD. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia

Modern, 15(2), 74–82. hlm. 79.

Nurgiyantoro, Burhan. (2010). Penilaian Pembelajaran Bahasa: Berbasis

Kompetensi. Yogyakarta: BPFE.

Pateda, M. (2010). Analisis Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta. hlm. 45.

Rahmawati, D., & Sutopo, A. (2023). Pengaruh Pembiasaan Berbahasa

Indonesia terhadap hlm 79.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(3), 112–123.

Supriyadi. (2013). Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta:

Bumi Aksara. Hlm 45.

Tarigan, H. G. (2010). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa.

Bandung: Angkasa. hlm. 37.

Widyastuti, N. (2021). Analisis Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa

Sekolah hlm 118.

Published

2026-05-12