PENYULUHAN KESEHATAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA MASYARAKAT

Authors

  • Eka Haryati Yuliany Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.55526/pkml.v3i1.450

Keywords:

skrining, mandiri, payudara

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan. Upaya awal untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Deteksi yang terlambat dan kurangnya pengetahuan wanita mengenai kanker payudara ini menyebabkan sebagian besar penderita kanker payudara datang dengan stadium yang sudah tinggi sehingga terlambat untuk diobati. Tujuan pengabdian masyarakat ini supaya masyarakat khususnya memahami cara deteksi dini kanker payudara secara mandiri. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan menonton video. Hasil yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan melakukan SADARI dengan benar hal ini ditunjukkan dengan para peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari penyuluh dengan benar setelah pemaparan.Kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan. Upaya awal untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Deteksi yang terlambat dan kurangnya pengetahuan wanita mengenai kanker payudara ini menyebabkan sebagian besar penderita kanker payudara datang dengan stadium yang sudah tinggi sehingga terlambat untuk diobati. Tujuan pengabdian masyarakat ini supaya masyarakat khususnya memahami cara deteksi dini kanker payudara secara mandiri. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan menonton video. Hasil yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan melakukan SADARI dengan benar hal ini ditunjukkan dengan para peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari penyuluh dengan benar setelah pemaparan.

References

Bustan, A. 2007. Anatomi dan Fisiologi Payudara. Jakarta: Jakarta Press.
Depkes RI, 2011. Petunjuk Teknis Pencegahan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara. Jakarta: Direktorat Pengendalian penyakit Tidak Menular direktorat Jenderal PP dan PL.
Desanti, I., dkk. 2010. Persepsi Wanita Berisiko Kanker Payudara tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri di Kota Semarang, Jawa Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, 26 (3): 152-161
Ekanita, P. & Khosidah, A. 2013. Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap WUS terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Jurnal Ilmiah Kebidanan, 4(1) : 167-177.
Harianto dkk. 2005. Risiko Penggunaan pil Kontrasepsi kombinasi terhadap Kejadian Kanker Payudara pada reseptor KB di perjan RS.Dr.Cipto Mangunkusumo. Majalah Ilmu Farmasi, 2(1)
Kementerian Kesehatan RI, 2014. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
KPKN, 2015. Panduan Nasional Penanganan Kanker "Kanker Payudara". Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kumalasari, I., dan Iwan, A. 2012. Kesehatan Reproduksi. Palembang: Salemba Medika
Martyani, Dwiakhid. 2009. Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang SADARI dengan Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) di RW VIII Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo D.I.Yogyakarta Tahun 2008.
Nurcahyo, J. 2010. Bahaya Kanker Rahim dan Payudara. Jakarta: Wahana Totalita Publisher.
Ompusunggu, F. & Bukit, E.K. 2012. Karakteristik, Hambatan Wanita Usia Subur Melakukan Pap Smear di Puskesmas Kedai Durian. E-Jurnal Keperawatan Klinis Universitas Semarang, 1 (1)
Price, S.A dan Wilson, L.M., 2006. Bab 8 Gangguan Pertumbuhan, Proliferasi, dan Diferensiasi Sel. In:.Price et al., 2006.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Ed 6. Jakarta: EGC, 150-158
Rasjidi,I.2009. Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Pada Wanita. Jakarta: Sagung Seto.
WHO, 2014. Breast Cancer: Prevention and Control. Geneva: WHO.

Published

2023-07-04