PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF BERBAHASA REJANG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAERAH DI ERA DIGITAL

Authors

  • Dian Ramadan Lazuardi
  • Agung Nugroho
  • Inda Puspita Sari
  • Juwati

DOI:

https://doi.org/10.55526/bnl.v6i1.955

Keywords:

Kata kunci: Konten kreatif, bahasa Rejang, dan era digital.

Abstract

Abstrak

Pelatihan pembuatan konten kreatif berbahasa Rejang sebagai upaya pelestarian bahasa daerah di era digital bertujuan untuk mendukung pelestarian dan revitalisasi bahasa Rejang pada kalangan remaja. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni penggunaan bahasa Rejang di dalam pergaulan sehari-hari pada kalangan remaja mulai jarang ditemukan, bahasa Rejang berisiko mengalami kepunahan secara perlahan. Permasalahan lainya yaitu pemanfaatan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook masih kurang maksimal hanya sebatas pada hiburan saja. Solusi yang ditawarkan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah dengan menyelenggarakan program pelatihan pembuatan konten kreatif berbahasa Rejang. Pelaksanaan kegiatan ini mencakup lima sesi, mulai dari sosialisasi bahasa Rejang, pelatihan komunikasi dasar, pelatihan teknis pembuatan dan editing video, pendampingan produksi konten, hingga publikasi hasil karya di media sosial. Peserta memperoleh keterampilan berbahasa Rejang sekaligus kemampuan teknis membuat konten digital meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan perangkat, literasi digital, dan kesulitan penggunaan bahasa. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori baik dalam menghasilkan konten kreatif berbahasa Rejang. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan kemampuan peserta sekaligus mendorong upaya pelestarian bahasa Rejang di era digital.

Kata kunci: Konten kreatif, bahasa Rejang, dan era digital.

References

Daftar Pustaka

Anika, L., & Satria, I. A. W. (2022). Pemertahan Bahasa Rejang. 2(2), 1–10.

Assidik, G. K. (2018). Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek ( Project Based Learning ) pada Mata Kuliah Media Pembelajaran di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2(2), 116–129. https://doi.org/10.31002/transformatika.v

Cahyadi, A. (2019). Pengembangan Media dan Sumber Belajar: Teori dan Prosedur. Laksita Indonesia.

Febrina, R. I., Iriany, I. S., & Firdaus, F. S. (2023). Motif Penggunaan Media Sosial Tiktok Bagi Mahasiswa di Kabupaten Garut. Jurnal Komunikasi Universitas Garut, 9(2), 305–322. https://journal.uniga.ac.id/index.php/JK/article/download/3175/1684

Kis, M., Fitriani, W., & Irawati, M. (2024). Analisis Dampak Penggunaan Aplikasi Tiktok Pada Remaja: A Systematic Literature Review. Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(1), 227–238. https://doi.org/10.31943/counselia.v5i1.90

Kusmiarti, R. (2021). Afiksasi Bahasa Rejang Dialek Kepahiang. 7, 33–43.

Muhammad, H., & Hasanuddin, U. (2016). Belajar Bahasa : Belajar Budaya. 336–344.

Nasution, S., & Afrianto, H. (2017). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar (Vol. 3, Issue 1). Universitas Terbuka. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.

Published

2026-06-30