Analisis Strukturalisme Genetik Kumpulan Cerpen Bulan Celurit Api Karya Benny Arnas
DOI:
https://doi.org/10.55526/kastral.v2i3.393Kata Kunci:
Kumpulan Cerpen, Strukturalisme Genetik, Unsur Instrinsik.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strukturalisme genetik dalam kumpulan cerpen Bulan Celurit api karya Benny Arnas. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik baca dan catat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sesuai dengan langkah-langkah analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Meliputi Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan cerpen Bulan Celurit Api karya benny Arnas ini ditemukan strukturalisme genetik yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia pengarangnya. Dan yang paling dominan adalah unsur strukturalnya yaitu unsur instrinsik yang mencakup tema, alur, tokoh, latar, dan amanat.
Referensi
Aminuddin, (2002) Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset.
Arnas, B. (2010). Bulan Celurit Api, Lubuklinggau: Penerbit Koekoesan.
Darma, Y.A (2009) Analisis Wacana Kritis. Bandung:YRAMA WIDYA.
Efendi, J.A. (2013) Cara Dahsyat Menulis Cerpen dengan Otak Kanan. Yogyakarta: WRITINGREVO PUBLISHING.
Endraswara, S. (2011).Metodologi Penelitian sastra. Yogyakarta: CAPS
Faruk.(2012) Pengantar Sosiologi Sastra dari Strukturalisme Genetik sampai Post-modernisme. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Jabrohim. (ed.). (2003) Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: HANINDITA GRAHA WIDYA.
Khasanah. (2020). Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam: JURNAL RISET AGAMA.
Kosasih, E. (2008) Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: NOBEL EDUMEDIA.
Lakuheru dan Muskita, (2020). Enkulturasi Budaya Pamana: JURNAL BADATI.
Layun, R.K (2009) Apresiasi Cerpen Indonesia Mutakhir. Jakarta:BUKU POP.
Mihardja, R. (2012) Sastra Indonesia. Cipayung-Jakarta Timur:LASKAR AKSARA.
Muslihah. (2020). Kajian Nilai Budaya dalam Mite Silampari sebagai Alternatif Materi dalam Pendidikan Karakter: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA.
Muslihah. (2022). Mengulik Nilai Budaya Legenda Danau Rayo Sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra Berbasis Pendidikan Karakter: JURNAL BASICEDU.
Nurgiyantoro, B (2007) Teori Pengkajian Fiksi, Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS.
Nurhayati, E .(2019) Cipta Kreatif Karya Sastra. Margahayu Permai-Bandung: YRAMA WIDYA.
Padi, E. (2013). Sastra Indonesia, Jakarta: Katalog dalam Terbitan.
Ratna, N.K. (2011). Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: PUSTAKA BELAJAR.
Ratna, N.K. (2012) Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra, Yogyakarta: PUSTAKA BELAJAR.
Rosyidi, M.I. (2010). Analisis Teks Sastra, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Satinem. (2019) Apresiasi Prosa fiksi:Teori, Metode, dan Penerapannya. Yogyakarta: DEEPUBLISH.
Siswantoro.(2010) Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta:PUSTAKA BELAJAR.
Sugiyono.(2018) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:ALFABETA.
Suherman. (2019). Unsur Budaya dalam Cerita Film Cakra Buana karya Sutradara Massimo Burhanuddin: JURNAL KAJIAN BAHASA, SASTRA, DAN BUDAYA DAERAH SERTA PENGAJARANNYA.
Sumarto, (2019). Budaya, Pemahaman, dan Penerapannya: JURNAL LITERASIOLOGI.
Suyitno.(2009) Apresiasi Prosa dan Puisi. Surakarta: LPP UNS dan UNS.
Yulianto, A (2017) Strukturalisme Genetik pada Cerpen Hitam Putih Kotaku karya Rismiyana. Kalimantan Selatan: JURNAL ILMIAH KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN.


