PENGEMBANGAN BONEKA TANGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ANTIKORUPSI PADA ANAK USIA DINI

Penulis

  • Melinda Puspita Sari Jaya Universitas PGRI Palembang
  • Dwi Sari Susanti Universitas PGRI Palembang
  • Syarwani Ahmad Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.55526/ljese.v4i2.400

Kata Kunci:

Boneka Tangan, Kearifan Lokal, Pendidikan Anti Korupsi, Anak Usia Dini

Abstrak

Bercerita menggunakan boneka tangan ialah metode penyajian narasi dengan memakai perlengkapan peraga berbentuk boneka yang dimasukkan serta digerakan oleh tangan. Boneka dipilih karena cocok dengan karakter anak umur 4 – 5 tahun yang dapat melangsungkan respetentatif dunia pada tingkatan yang kongkrit. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan boneka tangan berbasis kearifan lokal sebagai media pendidikan antikorupsi pada anak usia dini. Tujuan penelitian untuk mengembangkan boneka tangan berbasis kearifan lokal sebagai media pendidikan antikorupsi pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan atau R&D. Hasil penelitian menunjukkan penilaian validator ahli materi mendapatkan persentase kelayakan sebesar 88% sehingga penilaian yang dicapai validator ahli materi mendapatkan kategori “Sangat Valid (dapat digunakan tanpa revisi)” sedangkan penilaian validator ahli media mendapatkan persentase kelayakan sebesar 91% sehingga penilaian yang dicapai validator ahli media mendapatkan kategori “Sangat Valid (dapat digunakan tanpa revisi)” kemudian hasil validasi penilaian guru mendapatkan persentase kelayakan sebesar 94% sehingga penilaian yang dicapai oleh guru mendapatkan kategori “Sangat Valid (dapat digunakan tanpa revisi)”. Dari ketiga penilaian validator mendapat nilai rata-rata 91%, maka disimpulkan boneka tangan berbasis kearifan lokal ini mendapat kategori “Sangat Layak.”

Referensi

Alimin. (2018, Mei 05). Menggali Kearifan Lokal Sumatera Selatan melalui Pederstrian Jalan Jenderal Sudirman. Prosiding Seminar Nasional 21 Universitas PGRI Palembang.
Ambarwati, D. (2021). Penguatan Integritas Anti Korupsi bagi Anak melalui Maninan Edukatif Terajana di Desa Balesari. Jurnal Deikasi Hukum, 7(1), 1-18.
Jaya, M. P. (2021). Implementasi Media Pembelajaran Anti Korupsi dalam Meningkatkan Moral Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD SPS Arrayyan. Jurnal PG-PAUD FKIP Universitas Sriwijaya, 8(1)
Kompas.id. (2018, April 28). Jalur Pedestrian jadi Ruang Kreatif Warga. Retrieved Januari 01, 2018, from https://www.kompas.id/baca/nusantara/2017/03/24/jalurpedestrian-jadi ruang-kreatif-warga/
KPK. (2019). 9 Nilai Antikorupsi untuk Memperkokoh Jati Diri Insan Perbendaharaan. Retrieved Januari 01, 2022, from Memantapkan Pemahaman http://www.djpb.kemenkeu.go.id/kppn/surabayal/id/data publikasi/artikel/2886-memantapkan-pemahaman-9-nilai-antikorupsi.
Mulyani, S. (2013). Penggunaan Boneka Sebagai Media Simulasi Kreatif di Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan, 1(2).
Nurinten, D. (2016). Kearifan Lokal sebagai Media Pendidikan Karakter Antikorupsi pada Anak Usia Dini melalui Strategi Dongkrak. INTEGRITAS, 2(1), 135-154.
Padilah. (2018). Sosialisasi Inovasi Media Pembelajaran Permainan Tunas Integritas untuk Perkembangan Anak Usia Dini di PAUD Kasih Bunda Yuliani Kec. Ilir Barat I. Wahana Dedikasi, 1(2).
Sriwiyana, S. A. (2011). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Cipta Media.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Diterbitkan

2022-11-09