Analisis Kesulitan dalam Pembelajaran Penjas Anak Tuna Grahita di Sekolah Luar Biasa Negeri Lubuklinggau

Authors

  • Tommy STKIP PGRI Lubuklinggau
  • Sukasno STKIP PGRI Lubuklinggau
  • Wawan Syafutra STKIP PGRI Lubuklinggau

DOI:

https://doi.org/10.55526/ljse.v2i1.176

Keywords:

Kesulitan Belajar, Tuna Grahita, SLB.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui kesulitan dalam pembelajaran penjas anak tuna grahita di Sekolah Luar Biasa Negeri Lubuklinggau. Subjek dalam penelitian ini adalah guru penjas dan siswa tuna grahita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa hal yang menjadi kesulitan dalam pembelajaran penjas anak tuna grahita di Sekolah Luar Biasa Negeri Lubuklinggau, yaitu mengenai bentuk kesulitan yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran penjas bagi anak tuna grahita di SLB Negeri Lubuklinggau, bentuk kesulitan yang dihadapi guru antara lain (1). Kesulitan dalam menyampaikan materi, (2). alat pelajaran, dan bentuk kesulitan yang dihadapi siswa meliputi (1). kesulitan dalam memahami materi, (2). minat siswa selain itu ditemukan juga faktor penyebab kesulitan yang dialami guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penjas bagi anak tuna grahita di SLB Negeri Lubuklinggau, faktor penyebab kesulitan yang dialami guru yaitu (1). kesulitan guru dalam berinteraksi dan berkomunikasi, sedangkan faktor penyebab kesulitan siswa yaitu (1). intelegensi yang rendah. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan cara yaitu guru berinterikasi dan berkomunikasi dengan siswa tuna grahita dengan cara memberikan perhatian yang lebih kepada setiap siswa, meningkatkan interaksi dengan cara mengajak ngobrol, menanyakan secara langsung satu persatu kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami, serta guru memberikan bantuan atau layanan secara khusus satu persatu kepada setiap siswa atau menyesuaikan proses pembelajaran dengan karakteristik siswa tuna grahita pada saat proses pembelajaran agar siswa tuna grahita dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

References

Acha, B & Nova, A. (2018). Survei Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani Anak Tuna Grahita di SLB Kota Langsa. Jurnal Ilmu Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi. Vol. 1 (1), 16-26.
Arifin, Z. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Baharuddin & Wahyuni, E.N. (2015). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Desiningrum, D.R, (2016). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Psikosain.
Fitri, H. (2016), Analisis Kesulitan Dalam Pembelajaran Penjas Pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Yayasan Penyantun Penyandang Cacat (YPPC) Kota Banda Aceh. Vol. 3 (2), 33-40.
Hakim, A.R. (2018). Mendorong Perkembangan Kognitif Anak Tunagrahita Melalui Permainan Edukatif. Jurnal Ilmiah Penjas. Vol. 4 (3), 11-20.
Husdarta H.J.S. (2011). Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.
Idris, R. (2009). Mengatasi Kesulitan Belajar Dengan Pendekatan Psikologi Kognitif. Lentera Pendidikan. Vol. 12 (2), 152-172.
Ismail. (2016). Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Aktif di Sekolah. Jurnal Edukasi. Vol 2 (1), 30-43.
Ningsih, H.S dan Deskoni, D.K. (2016). Analisis Kesulitan Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Saintifik Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri Kota Palembang. Jurnal Profit. VOL. 3 (2), 130-138.
Pane, A. & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman. Vol. 3 (2), 333-352.
Rahayu, E,T. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bandung : Alfabeta.
Robertus. (2012). Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani Anak Tunagrahita di SMALB Darma Asih Pontianak. Skripsi. Universitas Tanjungpura.
Rosada, U.D. (2016). Diagnosis Of Learning Difficulties And Guidance Learning Services To Slow Learner Student. Journal of Guidance and Counseling. Vol. 6 (1), 61-69.
Rosdiani, D. (2015). Kurikulum Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.
Sari, O.A & Santy, W.S. (2017). Hubungan Dukungan keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Personal Hygiene Anak Tunagrahita di SLB Tunas Mulya Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo. Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol. 10 (2), 164-171.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta: Bandung.
Teguh, Priyono. (2016). Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Anak Tunagrahita di SD Negeri Bangunrejo 2 Kota Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Yani Meimulyani & Asep Tiswara. (2013). Pendidikan Jasmani Adaptif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Luxima

Downloads

Published

2022-02-25