PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI PENDEKATAN SCAFFOLDING PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI TUGU MULYO
DOI:
https://doi.org/10.55526/ljse.v3i2.572Keywords:
Menulis, Teks Prosedur, Pendekatan ScaffoldingAbstract
Kemampuan menulis teks prosedur merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan Bahasa Indonesia. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA Negeri Tugu Mulyo masih mengalami kesulitan dalam menulis teks prosedur dengan baik dan benar. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur melalui pendekatan scaffolding pada siswa kelas XI SMA Negeri Tugu Mulyo. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, melibatkan 20 siswa sebagai subjek penelitian. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes awal, observasi kelas, catatan lapangan, dan tes akhir setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis teks prosedur pada siswa setelah menerapkan pendekatan scaffolding. Pada tes awal, hanya 40% siswa yang mampu menulis teks prosedur dengan baik. Namun, setelah tiga siklus intervensi, persentase siswa yang mencapai standar kompetensi minimal meningkat menjadi 90%. Selain itu, observasi kelas juga menunjukkan adanya peningkatan dalam partisipasi siswa, keterlibatan mereka dalam pembelajaran, dan pemahaman mereka terhadap struktur teks prosedur. Siswa juga menunjukkan minat yang lebih besar dalam menulis teks prosedur setelah diterapkan pendekatan scaffolding. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan scaffolding efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas XI SMA Negeri Tugu Mulyo. Oleh karena itu, disarankan agar guru Bahasa Indonesia lebih banyak menggunakan pendekatan scaffolding dalam pembelajaran menulis teks prosedur guna meningkatkan prestasi belajar siswa
References
Aminuddin, (2004) Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset.
AECT 1977. Task Force on Definition and Terminology,. The Definition of Educatioal Technology. Washington, AECT,1126 16 TH street, N.W. Washington, D.C. 20036.
Ali, Muhammad. 2008. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algensindo.
Arief S Sadiman, dkk.2009. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Astuti, Siwi Puji. (2015). Pengaruh Kemampuan Awal dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Fisika. Vol. 3, No. 1
Awalludin. dkk. (2019). Kemampuan dan Kesulitan Siswa Kelas XI Mengidentifikasih Unsur Intrinsik Teks Cerpen. ISSN. 2579-7379.
Azwar Arsyad. 2006. Media Pembelajaran. Jakarata: Raja Wali Pers.
Djamarah, Drs.Syaiful Bahri dan Drs. Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Munadi. Yudhi. 2008. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Pess.
Nana Sudjana, Ahmad Rivai. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algendindo.
Oemar Hamalik. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algendindo.
Rusman. 2008. Model- Model Pembelajaran. Jakarta : Raja Wali Pres.
Sudjana, N. 2008. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algendindo.
Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran: Hakikat Pengembangan,
Pemanfaatan , dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima


