PENGARUH POLITIK ETIS DALAM PEMBANGUNAN WATERVANG DI WILAYAH ONDER AFDEELING MUSI ULU (1935-1941)
DOI:
https://doi.org/10.55526/ljse.v4i1.699Keywords:
Pengaruh, Politik Etis, Watervang.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh politik etis dalam pembangunan watervang di wilayah onder afdeeling musi ulu (1935-1942). Dalam hal ini peneliti menggunakan penelitian metode historis (sejarah). Dengan menggunakan tahapan Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi. Bendungan Watervang di kota Lubuklinggau adalah hasil pemikiran dari politik etis Hindia Belanda sejak perpindahan masyarakat Jawa ke Musi Ulu dari tahun 1902- 1942. Tujuan utama pembangunan Watervang adalah untuk memanfaatkan hasil alam di kecamatan Muara Beliti/Tugumulyo seperti pertanian, peternakan dan perikanan. Hasil penelitian ini, bahwa kolonial Belanda menerepkan politik etis dengan melakukan pembangunan bendungan Watervang pada tahun 1935-1941 di Kota Lubuklinggau dengan alasan karena untuk memanfaatkan hasil alam di kecamatan Muara Beliti/Tugumulyo seperti pertanian, peternakan dan perikanan. Kemudian hasilnya akan di salurkan ke Batavia melalui rel keret api yang dibangun Hindia Belanda untuk mengangkut hasil alam yang ada di Onder Afdeeling Musi Ulu. Irigasi besar di Lubuklinggau tujuan awal adalah untuk membangun bendungan air di sungai Kelingi untuk keperluan irigasi yang memungkinkan untuk mengairi 12.000 hingga 15.000 bouws. Dampak dari pembangunan watervang yaitu dapat memindahkan aliran air atau keperluan irigasi untuk kepentingan sawah dan perkebunan. Untuk itu dibangunlah kota lengkap dengan sarananya, mulai dari pemerintahan, pendidikan, keamanan dan pusat ekonomi.
References
Apriyanti, E., & Dienaputra, R. D. (2015). Pemerintahan Marga DiLubuklinggau Tahun 1855-1983. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 7(2), 233–248. Https://Doi.Org/10.30959/Patanjala.V7i2.95
Berlian, Ravico. (2021). Kota Lubuklinggau Dalam Kurun Waktu 1825-1948. Jurnal Pendidik Sejarah (Criksetra). Vol 10 (1):14-29.
Grampell, M. (2023). The Dutch Indies Colonial Government System In Onderafdeling Bonthain 1905-1942. Jurnal Daulat Hukum, 6(1), 67. https://doi.org/10.30659/jdh.v6i1.31180
Djoenend, M. P. & Susanto, N (2019). Zaman Kebangkitan Nasional Masa Hindia Belanda (1900-1942). Jakarta: PT Balai Pustaka (Persero).
Harayati, 2017. Pengantar Ilmu Sejarah. Palembang: Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiya Palembang
Herlina, Nina. 2020. Metode Sejarah Edisi Revisi 2020. Bandung: Satya Historia
Kementerian pupr. (2021). Lanjutkan pembangunan bendungan tiga haji untuk optimalkan daerah irigasi komering. Di akses 1 februari 2021, dari https://pu.go.id/berita/kementerian-pupr-lanjutkan-pembangunan-bendungan-tiga-dihaji-untuk-optimalkan-daerah-irigasi-komering
Marwati & Nugroho. (2019). Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Balai Pustaka
Plazer, Karl J. (1945). Pioneer Setlement in the Asiatic Trofic. New York: American Geographical Society.
Prayitno, R.T. (2022). Kajian Pelaksanaan Pengisian Awal Bendungan Way Sekampung. Jurnal Profesi Insinyur (JPI). Vol.3, No.1, Hal. 15.
Rachmawan, T. F. (2018). Bendungan Watervang: Pengaruh Dan Perkembangan Nya Sampai Saat Ini. Siddhayatra: Jurnal Arkeologi, 23(1), 65. https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v23i1.128
Ramadhani, V. A. (2019). Eksistensi Bendungan Watervang Sebagai Aset Sejarah Dan Pariwisata Di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan Tahun 1941 – 2018 (skripsi, Universitas Muhammadiyah Palembang, 2019)
Sayono, J. (2021). Langkah-Langkah Heuristik Dalam Metode Sejarah Di Era Digital. Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 15(2), 369. https://doi.org/10.17977/um020v15i22021p369-376
Sri, R, M. (2023, juni 13). detiknews, https://news.detik.com/berita/d-6769704/
Staatsblad no. 601, 1911 : 2. Tentang penurunan status Onder Afdeeling Rawas
Susetyo, B & Revico. (2021). Perubahan Birokrasi Marga Wilayah Musi Ulu Di Afdeeling Palembangsche Bovenlanden 1906-1942 : Junal Sejarah Dan Budaya, Vol. 15 , No. 2
Sustianingsih, I. M. (2020). Pemanfaatan Museum Subkos Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan Sejarah. Vol.9, No.1.
Staatsblad 1906 no. 466, Tentang pembagian Onder Afdeeling dalam wilayah Keresidenan Palembang
Staatsblad no. 186, 1934 : 1. Tentang penetapan Lubuklinggau menjadi ibu kota Onder Afdeeling Moesi Oeloe.
Staatsblad no. 13689,1936. Tentang batas wilayah Onder Afdeeling Moesi Oeloe beribu kota di Lubuklingau.
Susilo, A., & Isbandiyah, I. (2018). Politik Etis Dan Pengaruhnya Bagi Lahirnya Pergerakan Bangsa Indonesia. Historia Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 403. https://doi.org/10.24127/hj.v6i2.1531
Tunang, Alvin. A, (2022). Tesis: Kota Lubuklinggau Pada Tahun 1934-1941 Studi Tentang Perkembangan Kota dan Perekonomian Pada Zaman Kolonial Hindia Belanda. Palembang, 9.
Wardah, Eva Syarifah. 2014. Metode Penelitian Sejarah. Jurnal tsaqofah. Vol 12 (2)
Wasimo, Endah Sri Hartantik. 2018. Metode Penelitian Sejarah Dari Riset Hingga Penulisan. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.
Wulandari, M. A., Nurdin, F., Adiguna, R. S., Syahrul, M., Fitri, D. N., & Yanti, R. (2022). Pemerintahan Dan Politik Etis Serta Penerapanya Di Jambi. Jurnal Sejarah Vol. 2 No. 2, Desember 2022.
Yati, R. M., Hum, Sustianingsih, I. M, M.Hum, Dr. Syarifuddin, M.Pd. Septiani, A, M.Hum (2020). Kehidupan Sosial Masyarakat Ulu Rawas Masa Kolonial Belanda 1825-1942. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah. Vol. 2, No. 2: 105-112
Yusuf, Syafufruddin, dkk. 2021. Perjuangan Rakyat Musi Rawas Pada Masa Revolusi Fisik (1947-1949). Indralaya: Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya.


