Penerapan Interval Training terhadap Peningkatan VO2MAX pada Atlet Persatuan Bulutangkis (PB) Ilham Kota Lubuklinggau

Penulis

  • Anton Sujarwadi STKIP PGRI Lubuklinggau
  • Azizil Fikri STKIP PGRI Lubuklinggau
  • Wawan Syafutra STKIP PGRI Lubuklinggau

DOI:

https://doi.org/10.55526/ljse.v2i1.175

Kata Kunci:

Penerapan, interval training, hasil VO2Max.

Abstrak

Penelitian ini untuk mengetahui penerapan interval training terhadap peningkatan VO2Max pada atlet persatuan bulutangkis pb. Ilham kota lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan eksperimen semu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes pengukuran berupa tes bleep-test. Teknik analisis data dengan uji normalitas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setelah penerapan interval training dengan bleep-test terhadap peningkatan VO2Max pada atlet persatuan bulutangkis pb. Ilham kota lubuklinggau. Rata-rata peningkatan hasil kemampuan atlet sebesar 39,69, 45,33, setelah dianalisis dengan menggunakan rumus uji hipotesis (uji z) menunjukan bahwa nilai zhitung  > ztabel  (10,44 > 1,64) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Maka hipotesis dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil bleep-test atlet persatuan bulutangkis Pb.ilham kota lubuklinggau terdapat pengaruh yang signifikan

Biografi Penulis

Azizil Fikri, STKIP PGRI Lubuklinggau

Prodi. PENJASKESREK STKIP PGRI Lubuklinggau

Wawan Syafutra, STKIP PGRI Lubuklinggau

Prodi. PENJASKESREK STKIP PGRI Lubuklinggau

Referensi

Arikunto, Suharsimi, (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Bumi Aksara
Dirgantoro, E. W. (2018). Effect, Cardiovascular Endurance, Bike Interval Training, 12, 14-15.
Harahap, (2012). Pengembangan Sumber Daya Manusia Keolahragaan. Jurnal Sport Area. 79-85.
Harsono. (2004). Perencana Program Latihan. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Hardiansyah, S. (2017). Interval Training, tingkat kesegaran jasmani, mahasiswa, 1, 83-84.
Indrayana, B., & Yuliawan, E. (2019).Penyuluhan pentingnya peningkatan VO2Maks Guna Meningkatkan Kondisi Fisik Pemain Sepak Bola Fortuna Kecamatan Rantau Rasau. Jurnal Ilmiah Sport Coarching and Education, 3(1). 41-50.
Irianto, Djoko Pekik. 2009. Pelatihan Kondisi Fisik Dasar. Jakarta: SDEP Pengembangan Tenaga dan Pembinaan Keolahragaan.
Ismaryati.(2008). Tes dan pengukuran olahraga. Surakarta : UNS Press
Maliki, O., Hadi,H., & Royana, I. F. (2016). Analisis Kondisi Fisik Pemain Sepak Bola Klub Persepu UpgrisTahun 2016. Jendela Olahraga, 2. (2).
Nurhasan. 2007. Tes dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Sugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sukadiyanto. (2005). Pengaturan Teori dan Melatih Fisik. Yogyakarta : FIK Universitas Negeri Yogyakarta.
Wahyudin, M. Y. & Anto, P. (2019). Icon, Infographic, Indonesian Badminton, histori, 1, 138-139.

Diterbitkan

2022-02-24