PENERAPAN MODEL INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SRIMULYO
DOI:
https://doi.org/10.55526/ljse.v3i1.472Kata Kunci:
Inside Outsie Circle, Hasil Belajar MatematikaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Srimulyo setelah diterapkan model pembelajaran Inside Outside Circle secara signifikan tuntas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain eksperimen Pre-test dan Post-test. Pengambilan sampel ini diambil dari jumlah populasi mengingat populasi hanya ada satu kelas maka populasi merupakan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas IV berjumlah 17 siswa. Instrumen data diambil dengan teknik tes. Instrumen yang digunakan peneliti berbentuk uraian yang berjumlah 7 soal. Pengumpulan data diambil dengan teknik tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji “Z”. Berdasarkan uji hipotesis kemudian Zhitung dikonsultasikan dengan Ztabel pada daftar distribusi “Z” dengan taraf signifikan α = 0,05sehingga diperoleh Zhitung = 2,1 dan nilai Ztabel = 1,64. Maka maka Zhitung = 2,1 > Ztabel = 1,64 dengan hal ini maka Ho ditolak dan Hₐ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media diorama berbasis saintifik dapat menuntaskan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Srimulyo.
Referensi
Ariasih Novi A.G Dkk. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Inside Outside Circle Berorientasi Kearifan Lokal Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV.1,(1),28.
Dimyati (2006). Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Raja Wali Pers.
Huda. (2011). 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013.Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.
Imas, Kurniasih. dan Sani, B. (2020). Ragam Pengembangan Model Pembelajaran. Jakarta:Kata Pena.
Jakni. (2016). Metodologi Penelitian Eksperimen Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Mukrimah, S, S. (2014). 53 Metode Pembelajaran. Bandung: Bumi Siliwangi
Meriyanti (2015). Karakteristik anak usia SD. Jakarta:kata pena.
Ningsi Yunita Sri Dan Andriyani Susi.(2017).Penerapan Model Pembelajaran Inside Outside Circle Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa.(Journal Of Mathematics Education And Science).2(2), 88-89.
Ngalimun.(2014). Strategi Dan Pembelajaran.Yogyakarta:Aswajapressindo.
Nurholis. (2013). Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi,1(2), 24-26.
Rorenzo M, Dkk. (2016), Sistem Monitoring Kognitit Afektif Dan Psikomotorik Siswa Berbasis Android.9(1), 1-2.
Pajar Arnie. (2009). Belajar Mengajar Yang Efektif. Bandung: Pt Remaja Rosda Karya.
Ruhimat Toto.(2013). Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Raja Wali Pers.
Soimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013.Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.
Spencer, Kagan. (2013). Ragam Pengembangan Model Pembelajaran. Jakarta: Kata Pena.
Sugiono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiono. (2013). Metode Penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Sumartini, T, S. 2016. Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Matematika, 5 (2). 148-158
Sukmawati, A. & Sari., M. (2015). Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pemecahan Masalah Matematika Di Kelas VII SMP. Jurnal Pendidikan Matematika, 3 (1). 75-83
Trianto. (2010). Medel Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Pt Bumi Aksara.
Wiayanti Anita,(2017). Efektifitas Self Asesment Dan Feer Asesment Dalam Pembentukan Karakter Siswa. 15(2), 5-6.
Winarni, W. E (2018). Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK,R&D. Jakarta:Bumi Aksara.
Wiwinda. (2016). Pelaksanaan Model Pembelajara Inside Outside Circle dalam pembelajaran PAI. 4(2),123-124.


