Workshop Penulisan Aksara Ulu pada Guru dan Siswa Se-Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas
DOI:
https://doi.org/10.55526/pkml.v2i1.248Kata Kunci:
Penulisan, Aksara Ulu, Guru dan SiswaAbstrak
Tujuan pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa Workshop Penulisan Aksara Ulu di Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musirawas. Workshop penulisan aksara Ulu ini dilaksanakan dalam upaya melestarikan Aksara Ulu yang sudah mulai ditinggalkan sebagai warisan budaya dan mengalami kepunahan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanyajawab, metode demontrasi, dan metode latihan. Metode ceramah digunakan pada saat menjelaskan sejarah aksara Ulu, cara penulisan aksara Ulu dan penggunaan penanda bacanya. Metode tanya jawab digunakan pada kegiatan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Metode demonstrasi dilaksanakan pada saat memberikan contoh penulisan aksara Ulu peserta. Metode latihan digunakan ketika praktik menulis aksara Ulu. Melalui gabungan beberapa metode mengajar inilah dilakukannya kegiatan workshop penulisan aksara Ulu sebagai upaya pelestarian budaya bangsa dapat berjalan efektif dan tercapai sesuai tujuan pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa dari 29 peserta mengikuti kegiatan workshop dari awal hingga akhir kegiatan terdiri atas Kepada Desa, Kooodinator Pendidikan Kecamatan Sukakarya, Guru dan siswa dari Madrasah Tsanawiwah Al Mujahidin, SMPN Ciptodadi, dan SMPN Bangunrejo. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat disimpulkan semua peserta berlatih menulis aksara Ulu mengikuti workshop dengan antusias dengan hasil yang baik.
Referensi
Collins, James T. Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu. Jakarta: Pusbinbangsa.
Kozonk, Uli. 2000. Manfaat Pemetaan dalam Menelusuri Kembali Sejarah Aksara Nusantara dalam Masyarakat Pernaskahan Nusantara. Tradisi Tulis Nusantara Menjelang Milenium III: Kumpulan Makalah Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara III 1999. Jakarta: Masyarakat Pernaskahan Nusantara.
Miranda. 2014. Pengembangan Transliterasi aksara Ulu ke Aksara Latin Berbasis Android.34.49-52.
Sarwit, Sarwono. 2014. Rekontekstualisasi Praktik Sosial Merejung dalam Naskah Ulu pada Kelompok Etnik Serawai Bengkulu. Jurnal uny.ac.id. Diakses 08 Januari 2019.Sumber dari Internet
Dewi, Rusmana.2017. Pelestarian Aksara Ulu Banyak Kendala. Linggau Pos Online diakses 3 Desember 2017.
http:pusat bahasa.depdiknas.go.id. Hasil wawancara Abdul Wahab mengenai kondisi aksara daerah di Indonesia diakses pada 01 April 2018, pukul 21: 09 WIB.
http:www.researchgate.net. Sulaiman, Anas Marzuki. 2011. Hanacaraka: Aksara Jawa yang Mulai Ditinggalkan. Surakarta: Institut Seni Indonesia.
Novario, Gerby. Surat Ulu: Jejak Tradisi Tulis Lokal. Himapes.com.
Wahab, Abdul. http:pusat bahasa.depdiknas.go.id. Hasil wawancara mengenai kondisi aksara daerah di Indonesia.



